Perbedaan aplikasi produk beton wet mix dan dry mix?

Perbedaan dalam produksi pada wet-mix dan dry mix memiliki dua perbedaan antara lain:

  1. Perbedaan pada alat pengaduk
  2. Cara pengadukan material beton

Dalam proses produksi keduanya secara pneumatic (system penggerak dengan menggunakan tekanan udara).

Perbedaannya adalah ketika air ditambahkan ke dalam material. Dalam aplikasi wet mix, semua bahan termasuk semen, agregat, admixture dan air dicampur secara bersamaan sebelum dipompa melalui selang dan diproyeksikan secara pneumatik.

Biasanya, truk beton memasok campuran basah dan dipompa melalui rig shotcrete untuk penempatan. Umumnya, wet-mix digunakan untuk penempatan volume besar dengan akses mudah untuk kendaraan konstruksi.

Dalam aplikasi dry-mix, semua bahan kering – termasuk semen, agregat, dan ad-campuran – dicampur bersama-sama, disampaikan secara pneumatik melalui selang dan kemudian, di nosel melalui cincin air, air disuntikkan secara merata di seluruh campuran seperti itu sedang diproyeksikan.

Umumnya, dry-mix digunakan untuk penempatan volume kecil sampai sedang atau untuk kondisi dengan akses kendaraan terbatas.

Itulah perbedaan mendasar kedua produk dari batching plant. Perbedaan wet mix dan drymix ini memberikan lebih banyak pilihan bagi kontraktor dalam memiih jenis beton. Ketahui dulu jarak batching plant dari lokasi konstruksi, baru kemudian bisa memiih produk mana yang paling tepat.

Sicoma Indonesia menjual berbagai alat manufaktur mesin beton, antara lain sicoma batching plant, sicoma spare part, concrete batching plant, sicoma mixer, sicoma stone crusher dan DKTEC Hydraulic Breaker & Attachments.Sicoma distributor tersebar di seluruh Indonesia seperti jual sicoma Jakarta, jual sicoma Bandung, jual sicoma Surabaya, dan kota-kota lainnya.

Perbedaan aplikasi produk beton wet mix dan dry mix?
Phone
Email