Dua Macam Bentuk Struktur Pondasi Gedung
Dalam dunia teknik sipil, dikenal dua macam jenis pondasi secara umum. Kondisi tanah, jenis bangunan dan faktor lainnya mempengaruhi pemilihan jenis pondasi ini. Jenis dan aplikasi masing-masing pondasi akan dijelaskan berikut ini :
- Yang pertama adalah pondasi dangkal
Pondasi ini dipakai untuk bangunan yang tak terlalu besar. Jadi pondasi ini tak akan menanggung beban terlalu besar. Contoh bangunannya adalah rumah. Pondasi dangkal bisa pula dipakai untuk aplikasi bangunan di atas tanah yang sifatnya keras. Untuk lebih spesifik, pondasi ini meliputi : pondasi batu kali, pondasi tapak/ pelat, pondasi lajur beton dan pondasi tiang pancang kayu. - Yang kedua adalah pondasi dalam
Bentuk struktur pondasi gedung ini dipakai pada bangunan tanah yang karakternya lembek. Agar pondasi kuat menahan bangunan di atasnya, maka pondasi ditanamkan secara dalam pada tanah tersebut. Selain itu, aplikasi pondasi dalam juga diperuntukkan pada bangunan dengan bentangan cukup lebar. Bangunan bertingkat pun juga direkomendasikan memakai pondasi dalam.
Untuk lebih spesifik, pondsi dalam meliputi : pondasi tiang pancang termasuk beton, pipa, baja, besi. Pondasi dalam juga termasuk pondasi sumuran, pondasi borpile dan pondasi lainnya. Dari kedua jenis pondasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pondasi dipilih berdasarkan jenis tanah dan juga jenis bangunan. Karena pondasi akan menahan dan menopang beban gedung, maka makin berat beban yang ditanggung akan semakin dalam pondasinya.
Sicoma Indonesia menjual berbagai alat manufaktur mesin beton, antara lain sicoma batching plant, sicoma spare part, concrete batching plant, sicoma mixer, sicoma stone crusher dan DKTEC Hydraulic Breaker & Attachments.
Sicoma distributor tersebar di seluruh Indonesia seperti jual sicoma Jakarta, jual sicoma Bandung, jual sicoma Surabaya, jual sicoma Kalimantan, jual sicoma Sumatera, jual sicoma Sulawesi, dan kota-kota lainnya.