Penggunaan benda uji kubus sudah mulai dikenal pada tahun 1955. Namun, pemakaian benda uji ini masih sangat terbatas.
Pengaplikasian benda uji kubus biasa digunakan pada proyek lingkup pekerjaan umum. Selain itu, dapat dimanfaatkan sebagai pengukur kuat tekan beton untuk struktur pada bangunan.
Sedangkan benda uji silinder dimanfaatkan sebagai pengukur kuat tekan beton dengan satuan MPa.
Pembuatan benda ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi dalam penggunaan bahan material baru serta masalah lingkungan sekitar dan alam.
Berdasarkan peraturan SNI 03-1974-1990, terdapat beberapa aturan khusus yang wajib diikuti. Aturan tersebut meliputi :
Perencanaan pembuatan benda uji dapat didasarkan atas aturan perencanaan mix beton sesuai SNI 03-2834-2000.
Proses pembuatan sesuai dengan rencana membuat campuran beton normal. Cara pengujian dilakukan dengan melakukan penimbangan pada benda uji.
Namun, sebelum ditimbang benda uji perlu perendaman hingga mencapai ukur yang sudah disyaratkan.
Setelah itu, benda uji dapat dilakukan pengujian dengan meletakkannya pada mesin penekan.
Benda uji yang ditekan dilakukan penambahan besaran gaya tetap hingga benda uji retak dan pecah. Saat hancur perlu mencatat besaran gaya tekan maksimal pada benda uji.
Sicoma Indonesia menjual berbagai alat manufaktur mesin beton, antara lain sicoma batching plant, sicoma spare part, concrete batching plant, sicoma mixer, sicoma stone crusher dan DKTEC Hydraulic Breaker & Attachments.
Sicoma distributor tersebar di seluruh Indonesia seperti jual sicoma Jakarta, jual sicoma Bandung, jual sicoma Surabaya, jual sicoma Kalimantan, jual sicoma Sumatera, jual sicoma Sulawesi, dan kota-kota lainnya.