Mengetahui Perbedaan Wet Mix dan Drymix dari Pembuatan dan Kegunaannya
Perbedaan wet mix dan drymix haruslah diketahui bagi yang menginginkan sebuah produk beton yang paling tepat. Pasalnya, keduanya memilki perbedaan meskipun sama-sama dibuat di batching plant.
Pemilihan bahan kedua jenis beton di atas dilakukan dengan cara yang terbaik. Proyeksi semua bahan dilakukan dengan selang secara penumatik di batching pant.
Yang membedakan adalah ketika air dicampurkan ke dalam adukan beton. Bahan dasar berupa semen, agregat dan bahan tambah haruslah diberi air agar semuanya tercampur menjadi satu adonan yang homogen.
- Wet mix
Dalam aplikasi campuran wet mix, semua bahan termasuk semen, agregat, zat tambah dan air dicampur bersama sebelum dipompa melalui selang. Biasanya, truk beton menampung campuran beton dalam kondisi basah.
Penggunaan beton jenis ini dialokasikan secara khusus, yaitu pada kebutuhan ready mix volume besar. Selain itu, beton ini juga ideal untuk lokasi konstruksi yang mudah diakses oleh truck concrete mixer. - Dry mix
Dalam aplikasi campuran kering, semua bahan kering – termasuk semen, agregat, dan bahan tambah – dicampur bersama-sama. Semuanya dipindahkan ke trux mixer. Namun, bahan berupa air dimasukkan ketika bahan berada dalam mixer. Inilah yang membedakan dry mix dengan wet mix.
Umumnya, campuran kering digunakan untuk kebutuhan ready mix volume kecil hingga menengah. Khususnya adalah bagi konstruksi yang berada pada akses jalan terbatas yang lebih sulit dilalui.
Sicoma Indonesia menjual berbagai alat manufaktur mesin beton, antara lain sicoma batching plant, sicoma spare part, concrete batching plant, sicoma mixer, sicoma stone crusher dan DKTEC Hydraulic Breaker & Attachments.Sicoma distributor tersebar di seluruh Indonesia seperti jual sicoma Jakarta, jual sicoma Bandung, jual sicoma Surabaya, dan kota-kota lainnya.